Cerita Lokakarya 2 CGP Angkatan 4 Way Kanan.

12 FEBRUARI 2022

       Di minggu kedua bulan Februari, tepatnya tanggal 7, pendidikan guru penggerak angkatan 4 dimulai kembali setelah selama satu bulan istirahat. Jadwal kegiatan untuk beberapa bulan ke depan sudah dishare di awal bulan Feruari oleh fasilitator kami, yaitu Bapak Muhammad Nawawi. Di jadwal tersebut tercatat bahwa akhir minggu kedua Februari akan ada lokakarya 2.

        Pada lokakarya 2 ini, ada banyak pengalaman tak terlupakan yang bisa saya dijadikan pelajaran. Dimulai dari keberangkatan di pagi hari yang sudah sangat terlambat yaitu pukul 06.30, satu jam lebih lambat dari keberangkatan lokakarya 0 dan1. Alhasil tidak ada waktu untuk sarapan, rapi-rapi  dst. Tiba di lokasi sudah pukul 8.30, langsung registrasi dan bergabung ke ruangan. Ketika saya tiba, pembukaan sudah selesai, dan kelompok sudah di bagi, dimana kelompok A lantai bawah dan kelompok B di lantai 2. Kelompok A terdiri dari 19 orang dengan 4 orang Pengajar Praktik (PP), tetapi salah satu Calon Guru Penggerak (CGP) tidak hadir karena alasan kesehatan, sehingga metode lokakarya 2 ini blended, daring dan luring,  supaya peserta yang tidak bisa daring tetap bisa belajar. Dan inilah salah satu pelajaran yang saya katakan, kesolidan team, team yang luring memfasilitasi teman yang daring.

        Dimulai dari pemateri pertama yaitu pak Aji. Pak Aji adalah Kepala Sekolah SMPN 1 Baradatu. Beliau sudah akan memasuki masa pensiun tapi semangatnya luar biasa. Dengan semangat berapi-api, beliau menyampaikan materi, berikut dengan contoh-contoh konkrit yang sudah pernah beliau praktekkan di tempat dimana beliau bertugas. Beliau meminta dari 3 orang peserta untuk untuk menceritakan praktik baik yang sudah di praktekkan satu bulan terakhir di sekolah masing-masing. Setelah itu pak Aji mulai memperkenalkan topik untuk lokakarya 2 ini yaitu "Komunitas Praktisi". Komunitas Praktisi itu bisa kita mulai dari sekolah kita sendiri dulu. Jika sudah mapan baru meluas ke tingkatan berikutnya. Sepanjang pak Aji menyampaikan materi, saya memperhatikan seseorang yang sibuk membuat dokumentasi. Saya mendengar namanya di panggil oleh pak Aji, yaitu pak Widodo. Saya kira pak Widodo adalah utusan dari P4TK khusus untuk dokumentasi, ternyata beliau juga adalah CGP juga. 

        Selanjutnya, pemateri kedua yaitu pak Sahri. Pak Sahri meminta peserta untuk menuliskan masalah yang di hadapi oleh para peserta dan ,menempelkannya di papan yang sudah di sediakan. Setelah itu, kami dibagi menjadi 3 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 6 orang dan saya bergabung dengan kelompok pak Widodo, yaitu kelompok 3. Ternyata pak Widodo itu adalah Kepala Sekolah sebuah Sekolah Dasar di Way Kanan. Tugas kami adalah mengklasifikasikan masalah yang di tulis tadi dan memberikan solusi yang sesuai. Setelah diskusi, tibalah waktunya presentasi. Kelompok 1 mempresentasikan hasil diskusi mereka oleh bu Riri, dilanjutkan kelompok 2 oleh bu Rini dan terakhir kelompok 3. Kami memberi mandat kepada pak Widodo. Yang bisa saya simpulkan adalah bahwa walaupun pak Widodo menyampaikannya dengan jenaka, dibumbui dengan candaan-candaan tapi point intinya tetap sampai. 

        Lanjut dengan pemateri berikutnya yaitu bu Juju. Bu Juju menyampaikan tentang peran guru penggerak dalam komunitas praktisi. Peran guru penggerak dalam komunitas praktisi ada 7. Peran 1 dan 2 didiskusikan kelompok 1, peran 3 dan 4 didiskusikan kelompok 2, peran 5,6 dan 7 didiskusikan kelompok 3. Secara bergantian setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya masing-masing. Perwakilan kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3, lagi-lagi di wakili oleh pak Widodo.

        Materi selanjutnya adalah tahapan membentuk komunitas praktisi yang di bawakan oleh bu Catri, di bantu oleh 3 PP yang lainnya. Saya tertarik dengan metodenya. Menurut saya metode ini menarik juga kalau kita terapkan di kelas nanti jikan sudah pembelajaran luring. 3 tahapan pembentukan komunitas praktisi yaitu Merintis, Menumbuhkan dan Merawat. Ketiga tahapan ini di tempatkan di pos yang berbeda-beda. Ketika bu Catri menyebut kata keliling maka kami para peserta akan bergerak menuju pos, tentu saja dimulai dari pos 1 yaitu Merintis yang di jaga oleh pak Sahri. Pak Sahri menjelaskan apa saja yang harus dilakukan pada tahapan merintis ini. Lalu setelah bu Catri menyerukan kata "keliling" kami pindah ke tahapan kedua yaitu Menumbuhkan yang di jaga oleh pak Aji. Dengan berdiskusi dengan para pengunjung pak Aji menunjukkan apa saja yang harus dilakukan pada tahapan menumbuhkan ini. Dan tahapan terakhir adalah Merawat. Pos ini dijaga oleh bu Juju. Bu Juju mengatakan bahwa tahapan merawat ini adalah merupakan tahapan yang cukup sulit artinya tidah semudah tahap merintis. 

        Lalu sesi terakhir adalah Refleksi dan Komitmen yang di pandu oleh bu Catri juga. Secara bergantian para peserta yaitu PP dan CGP menyampaikan apa yang didapat selama perjalanan acara dari awal sampai akhir dalam satu kalimat. Selanjutnya, secara bergantian juga setiap peserta menyampaikan komitmennya terkait dengan komunitas praktisi dalam satu kalimat juga. Setiap peserta menyampaikan dengan cara masing-masing dan tentu saja dengan keseruan tersendiri. 

            Secara pribadi saya belajar banyak hal dari lokakarya 2 ini. Saya punya pengalaman yang baru, ilmu yang baru dan teman-teman baru yang jenaka, suka bercanda tapi tetap dapat ilmunya.. Saya juga belajar banyak dari para PP yang begitu bersemangat. Saya sangat yakin teman-teman yang lain juga pasti begitu. 


CGP ANGKATAN 4 WAY KANAN

GURU PENGGERAK

BERGERAK

TERGERAK

MENGGERAKKAN



Kampung Sri Basuki, 13 Februari 2022

Nuryani Sinaga, S.Pd

Komentar